<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MENEBAR DAKWAH SALAFIYAH</title>
	<atom:link href="http://alghuroba.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alghuroba.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 07:41:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alghuroba.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MENEBAR DAKWAH SALAFIYAH</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alghuroba.wordpress.com/osd.xml" title="MENEBAR DAKWAH SALAFIYAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alghuroba.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengertian Ahli Sunnah Wal Jama’ah</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pengertian-ahli-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pengertian-ahli-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 07:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pengertian-ahli-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Ahli Sunnah Wal Jama’ah dari Segi Syari’at dan Istilah   Kalau kita mau merenungkan makna-makna dalam kalimat as sunnah dan makna-makna dalam kalimat al jama’ah, seperti yang disinggung dalam beberapa nash syari’at, dan seperti yang diungkapkan serta dipahami oleh para salafus saleh, kita akan tahu dengan jelas bahwa hal itu hanya cocok dan sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=15&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Pengertian Ahli Sunnah Wal Jama’ah </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">dari Segi Syari’at dan Istilah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Kalau kita mau merenungkan makna-makna dalam kalimat <em>as sunnah</em> dan makna-makna dalam kalimat <em>al jama’ah</em>, seperti yang disinggung dalam beberapa nash syari’at, dan seperti yang diungkapkan serta dipahami oleh para salafus saleh, kita akan tahu dengan jelas bahwa hal itu hanya cocok dan sesuai dengan golongan ahli sunnah wal jama’ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Siapa sebenarnya mereka? Apa sifat-sifat mereka? Dan apa manhaj mereka? Berdasarkan hal itu kita bisa mengidentifikasi siapa sejatinya ahli sunnah wal jama’ah dari beberapa segi sekitar yang menyangkut sifat-sifat mereka, ciri-ciri mereka, manhaj mereka, dan definisi mereka menurut kaca mata orang-orang salafus saleh bahwa yang dimaksud ialah mereka. Sebab, pemilik rumah itu jelas yang paling tahu isi rumahnya, dan walikota itu yang paling tahu rakyatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Di antara segi tinjauan yang memungkinkan kita bisa mengetahui siapa ahlu sunnah wal jama’ah itu ialah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Pertama,</span></em><span> sesungguhnya mereka adalah para sahabat Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>. Merekalah ahli sunnah, yakni orang-orang yang mengajarkannya, menjaganya, mengamalkannya, mengutipnya, dan membawanya baik dalam bentuk riwayat atau dirayat atau manhaj. Jadi merekalah yang paling dahulu mengenal sekaligus mengamalkan as sunnah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Kedua,</span></em><span> selanjutnya ialah para pengikut sahabat Rasaulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>. Merekalah yang menerima tongkat estafet agama dari para sahabat, yang mengutip, yang mengetahui, dan yang mengamalkannya. Mereka adalah para tabi’in dan generasi yang hidup sesudah mereka, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat kelak. Mereka itulah sejatinya ahli sunnah Rasulullah<em> shallallahu alaihi wa sallam</em>. Mereka berpegang teguh padanya, tidak membikin bid’ah macam-macam, dan tidak mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang yang beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Ketiga</span></em><span>, ahli sunnah wal jama’ah, mereka adalah para salafus saleh, yakni orang-orang yang setia pada Al Qur’an dan as sunnah, yang konsisten mengamalkan petunjuk Allah dan Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>, yang mengikuti jejak langkah peninggalan para sahabat, para tabi’in, dan pemimpin-pemimpin pembawa petunjuk umat, yang jadi tokoh panutan dalam urusan agama, yang tidak membikin bid’ah macam-macam, yang tidak menggantinya, dan yang tidak mengada-adakan sesuatu yang tidak ada dalam agama Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Keempat</span></em><span>, ahli sunnah wal jama’ah ialah satu-satunya golongan yang berjaya dan mendapat pertolongan Allah sampai hari kiamat nanti, karena merekalah yang memang cocok dengan sabda Nabi <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 28.35pt 0.0001pt;"><span>“<em>Ada segolongan dari umatku yang selalu membela kebenaran. Mereka tidak merasa terkena mudharat orang-orang yang tidak mendukung mereka sampai datang urusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu..</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Dalam satu lafazh disebutkan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 28.35pt 0.0001pt;"><span>“<em>Ada segolongan umatku yang senantiasa menegakkan perintah Allah&#8230;.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Kelima</span></em><span>, mereka adalah orang-orang yang menjadi asing atau aneh ketika dimana-mana banyak orang yang suka mengumbar hawa nafsu, berbagai kesesatan merajalela, bermacam-macam perbuatan bid’ah sangat marak, dan zaman sudah rusak. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 28.35pt 0.0001pt;"><span>“<em>Semula Islam itu asing dan akan kembali asing. Sungguh beruntung orang-orang yang asing.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 28.35pt 0.0001pt;"><span>“<em>Sungguh beruntung orang-orang yang asing, yakni beberapa orang saleh yang hidup di tengah-tengah banyak manusia yang jahat. Lebih banyak orang yang memusuhi mereka daripada yang taat kepada mereka.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Sifat tersebut cocok dengan ahli sunnah wal jama’ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Keenam</span></em><span>, mereka adalah para ahli hadist, baik riwayat maupun dirayat. Karena itulah kita melihat para tokoh kaum salaf menafsiri <em>al tha’ifat al manshurat </em>dan <em>al firqat al najiyat</em>, yakni orang-orang ahli sunnah wal jama’ah, bahwa mereka adalah para ahli hadist. Hal itu berdasarkan riwayat dari Ibnu Al Mubarak, Ahmad bin Hambal, Al Bukhari, Ibnu Al Madini, dan Ahmad bin Sinan. Ini benar, karena para ahli hadist lah yang layak menyandang sifat tersebut, mereka adalah para pemimpin ahli sunnah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Mengomentari kalimat <em>al tha’ifat al manshurat </em>Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan: “Kalau yang dimaksud dengan mereka bukan ahli hadist, saya tidak tahu lalu siapa lagi?!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Al Qadhi Iyadh mengatakan: “Sesungguhnya yang dimaksud dengan mereka oleh Imam Ahmad ialah ahli sunnah wal jama’ah, dan orang yang percaya pada madzhab ahli hadist.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Menurut saya, seluruh kaum muslimin yang tetap berpegang pada fitrah aslinya dan tidak suka menuruti keinginan-keinginan nafsu serta tidak suka membikin berbagai macam bid’ah, mereka adalah ahli sunnah. Mereka mengikuti jejak langkah ulama-ulama mereka berdasarkan petunjuk yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Kenapa Dinamakan Ahli Sunnah Wal Jama’ah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Dinamakan ahli sunnah, karena mereka adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em>, “<em>Kalian harus berpegang teguh pada sunnahku.</em>” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Adapun as sunnah ialah, syara’ atau agama, dan petunjuk lahir batin yang diterima oleh sahabat dari Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em>, lalu diterima oleh para tabi’in dari mereka, kemudian diikuti oleh para pemimpin umat dan ulama-ulama yang adil yang menjadi tokoh panutan, dan oleh orang-orang yang menempuh jalan mereka sampai hari kiamat nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Berdasarkan hal inilah maka orang yang benar-benar mengikuti as sunnah disebut sebagai ahli sunnah. Merekalah yang sosok dengan kenyataan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Sementara nama <em>al jama’ah</em>, karena mereka berpegang pada pesan Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em> untuk setia pada jama’ah atau kebersamaan. Mereka bersama-sama sepakat atas kebenaran, dan berpegang teguh padanya. Mereka mengikuti jejak langkah jama’ah kaum muslimin yang berpegang teguh pada as sunnah dari generasi sahabat, tabi’in, dan para pengikut mereka. Mengingat mereka bersama-sama bersatu dalam kebenaran, bersama-sama bersatu ikut pada jama’ah, bersama-sama bersatu taat pada pemimpin mereka, bersama-sama bersatu melakukan jihad, bersama-sama bersatu tunduk kepada para penguasa kaum muslimin, bersama-sama bersatu mengerjakan yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, bersama-sama bersatu mengikuti as sunnah, dan bersama-sama bersatu meninggalkan berbagai perbuatan bid’ah, perbuatan yang terdorong oleh keinginan-keinginan nafsu, serta perbuatan yang mengundang perpecahan, maka merekalah jama’ah sejati yang mendapat perhatian Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Terakhir kita sampai pada sebuah kesimpulan yang konkrit bahwa nama dan sifat ahli sunnah wal jama’ah adalah istilah yang bersumber:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Pertama</span></em><span>, dari sunnah Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em> ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh padanya, sebagaiman sabda beliau, “<em>Berpegang teguhlah kalian pada sunnahku</em>”, ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada mereka untuk setia pada jama’ah, dan melarang menentang serta memisahkan diri darinya. Jadi nama <em>ahli sunnah wal jama’ah</em> adalah nama pemberian Rasulullah <em>shalallahu alaihi wa sallam</em>. Beliaulah yang menyebut mereka seperti itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Kedua</span></em><span>, dari peninggalan sahabat dan para salafus saleh yang hidup pada kurun berikutnya. Peninggalan tersebut menyangkut ucapan, sifat, dan tingkah laku mereka. Nama itu sudah mereka sepakati bersama dan menjadi sifat para pengikutnya. Peninggalan-peninggalan mereka itu ada pada karya-karya mereka yang tertulis dalam kitab-kitab hadist dan atsar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><em><span>Ketiga</span></em><span>, istilah <em>ahli sunnah wal jama’ah</em> adalah keterangan syari’at yang didukung dengan kenyataan yang benar-benar ada. Istilah itu membedakan antara orang-orang yang setia pada kebenaran dari orang-orang yang suka membikin bid’ah dan menuruti keinginan-keinginan hawa nafsu. Ini berbeda dengan anggapan sementara orang yang mengatakan, bahwa <em>ahli sunnah wal jama’ah</em> adalah sebuah nama yang muncul di tengah perjalanan zaman. Nama ini baru ada di trngah-tengah perpecahan kaum muslimin. Padahal sebenarnya tidak begitu. Itu anggapan yang keliru. <em>Ahli sunnah wal jama’ah</em> adalah istilah atau nama ala syari’at yang berasal dari kaum salaf umat Islam. Artinya, ia sudah ada semenjak zaman sahabat dan para tabi’in yang hidup pada periode-periode awal Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Mengenai anggapan sementara orang yang sudah menjadi budak nafsu bahwa ahli sunnah itu hanya terbatas pada orang-orang salaf mereka saja, dan bahwa yang dimaksud dengan <em>salafus saleh</em> adalah orang-orang yang mengikuti madzhab mereka, itu memang benar. Anggapan tersebut tidak keliru, karena salafus saleh memang ahli sunnah. Begitu pula sebaliknya, baik ditinjau dari pengertian syari’at maupun kenyataannya, sebagaimana yang sudah saya kemukakan di atas. Jadi siapa yang tidak mengikuti madzhab salaf dan tidak menempuh manhaj serta jalan mereka, berarti ia telah memisahkan dari as sunnah dan jama’ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Perlu kita katakan kepada orang-orang sesat yang meng-ingkari as sunnah dan para pengikutnya, bahwa itulah yang dimaksud as sunnah, dan mereka itulah para pengikutnya yang bernama ahli sunnah wal jama’ah. Jika kita berpaling dan menolak ucapan yang benar ini, maka kita hanya bisa mengingatkan mereka apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Nuh <em>alaihi salam</em> kepada orang-orang yang berpaling dari seruan dakwahnya, seperti yang tertuang dalam firman Allah <em>Ta’ala</em> ini:<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 28.35pt 0.0001pt;"><span>“<em>Berkata Nuh, ‘Hai kaumku, bagaiman pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberi-Nya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apakah akan kamu paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Apakah Mereka Dibatasi Oleh Ruang dan Waktu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Ahli sunnah wal jama’ah itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Mereka banyak terdapat di sebuah negara, namun sedikit di negara lainnya. Mereka terdapat banyak pada suatu kurun zaman, tetapi hanya sedikit pada kurun zaman yang lain. Tetapi yang jelas mereka selalu ada di mana dan kapan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Di tengah-tengah mereka terdapat tokoh-tokoh terkemuka yang menjadi pelita kegelapan dan hujjah Allah terhadap makhluk-Nya hingga hari kiamat nanti. Dan karena jasa merekalah terwujud janji Allah yang akan menjaga agama ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Dengan demikian jelaslah siapa sebenarnya ahli sunnah wal jama’ah? Siapa itu salafus saleh? Pernyataan golongan-golongan tertentu yang mengaku sebagai ahli sunnah wal jama’ah tetapi nyatanya mereka justru memisahkan diri dari as sunnah dan jama’ah, serta menyerang para salafus saleh<span>  </span>atau sebagian dari mereka, adalah pernyataan yang ditolak berdasarkan ketentuan-ketentuan syari’at, dasar-dasar ilmiah, dan fakta-fakta sejarah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Demikian pula harus ditolak pengakuan-pengakuan bahwa seluruh kaum muslimin itu setia pada sunnah. Pengakuan seperti itu selain mendustakan berita dari Allah dan Rasul utusan-Nya <em>shalallahu alaihi wa sallam</em> yang menyatakan bahwa ada perpecahan, juga berlawanan dengan kenyataan yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Demikian pula dengan pernyataan dan pengakuan-pengakuan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Berdasarkan hal itu, maka sesungguhnya as sunnah bukanlah partai atau semboyan atau aliran yang dianut secara fanatik. Tetapi ia merupakan warisan peninggalan Nabi, mtode yang benar, jalan yang lurus tali yang kuat, dan jalan orang-orang beriman yang terang seterang siang. Siapa yang berpaling darinya pasti ia aka</span><a href="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/banner_alm.jpg" title="banner_alm.jpg"><img src="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/banner_alm.thumbnail.jpg?w=144&#038;h=43" alt="banner_alm.jpg" align="left" border="4" height="43" hspace="4" vspace="4" width="144" /></a><span>n celaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:150%;"><span>Berbagai kesalahan, kekeliruan, dan bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang ahli bid’ah atau oleh orang-orang yang mengaku sebagai ah</span><span>li sunnah, itu sama sekali bukan dari ajaran as sunnah dan bukan mengikuti manhaj yang benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><br />
</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=15&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pengertian-ahli-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/banner_alm.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banner_alm.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH BENAR USTADZ AFWAN MEMBELA SAYYID QUTHUB? &amp; (MAAF) APAKAH BENAR USTADZ AFWAN ADALAH SURURIYAH QUTHBIYAH SEPERTI TUDUHAN-TUDUHAN YANG DILONTARKAN?</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/apakah-benar-ustadz-afwan-membela-sayyid-quthub-maaf-apakah-benar-ustadz-afwan-adalah-sururiyah-quthbiyah-seperti-tuduhan-tuduhan-yang-dilontarkan/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/apakah-benar-ustadz-afwan-membela-sayyid-quthub-maaf-apakah-benar-ustadz-afwan-adalah-sururiyah-quthbiyah-seperti-tuduhan-tuduhan-yang-dilontarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 06:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/apakah-benar-ustadz-afwan-membela-sayyid-quthub-maaf-apakah-benar-ustadz-afwan-adalah-sururiyah-quthbiyah-seperti-tuduhan-tuduhan-yang-dilontarkan/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan antum tentang apakah Ustadz Afwan membela Sayyid Quthub atau tidak, sudah  terjawab pada pertanyaan no .3 Kemudian apakah Ustadz afwan Sururiyah, Quthbiyah seperti tuduhan-tuiduhan yang dilontarkan? Maka kami jawab sebagai berikut: Tidak benar bahwa ustadz afwan adalah sururi, quthbiyah, kami tahu bahwa tuduhan tersebut dari dulu dilontarkan kepada Ustadz Ahmad Afwan, dikarenakan kami tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=13&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a href="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz.jpg" title="ustadz.jpg"><img src="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz.thumbnail.jpg?w=510" alt="ustadz.jpg" align="right" border="4" hspace="4" vspace="4" /></a>Pertanyaan antum tentang apakah Ustadz Afwan membela Sayyid Quthub atau tidak, sudah<span>  </span>terjawab pada pertanyaan no .3 Kemudian apakah Ustadz afwan Sururiyah, Quthbiyah seperti tuduhan-tuiduhan yang dilontarkan? Maka kami jawab sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Tidak benar bahwa ustadz afwan adalah sururi, quthbiyah, kami tahu bahwa tuduhan tersebut dari dulu dilontarkan kepada Ustadz Ahmad Afwan, dikarenakan kami tidak pernah mencela ulama yang dianggap quthbiyah dan sururriyah. Bahkan kitab kitab yang dipelajari selama ini adalah rata-rata berasal dari syaikh bin baz, syaikh utsaimin, syaikh al albani dan ulama kibar lainnya, dan tidak pernah ustadz afwan memberikan materi dari kitab –kitab yang dianggap oleh kelompok salafi yamani sebagai sururi.<span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Hanya karena beliau pernah menimba ilmu dari Syaikh Safar Al Hawali,<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan tidak pernah melecehkan ulama –ulama yang dituduh sururiyah lantas serta merta salafi yamani menuduh beliau sesat …Naudzubillahi min dzalik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Tentunya tuduhan-tuduhan tersebut harus di sertai tahapan dan sesuai kaidah yang dituntunkan para ulama, tidak langsung mengahjr, mentabdi’ sebagi ahlul bid’ah dan lain sebagainya serta tuduhan lainnya.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Dan perlu diingat bahwa dari dahulu sampai sekarang ahlusunnah wal jama’ah selalu digelari nama-nama yang buruk, dan Ini termasuk <em>tanaabuzun bil alqaab</em> (memanggil dengan panggilan-panggilan yang buruk). Allah melarang kita dari hal itu dengan firmanNya,</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';color:black;">وَلاَ تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ </span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:20pt;font-family:Tahoma;color:black;"><span dir="ltr"></span>…</span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';color:black;"><span dir="rtl"></span> </span><span dir="ltr" style="font-size:20pt;font-family:Tahoma;color:black;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 0.5in;"><em> &#8221;Dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.&#8221; </em>(Al-Hujurat: 11)</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.25in;">Dahulu, mereka menuduh Imam Syafi&#8217;i dengan <em>rafidhah.</em> Beliau lalu membantah mereka dengan mengatakan, &#8220;Jika <em>rafidah </em>(berarti) mencintai keluarga Muhammad. Maka hendaknya jin dan manusia menyaksikan bahwa sesungguhnya aku adalah <em>rafidhah</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span>            </span>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah-berkata: <em>“ Adapun ahlususnnah wal jama’ah tidak mengangkat suatu perkataan yang dijadikan sebagai standar untuk wala’ dan bara’ kecuali qur’an dan sunnah dan ijma’ salaful ummah. Dan mengangkat suatu perkataan /pendapat/ figure sebagai standar untuk wala’ dan bara’ yang bukan dari qur’an dan sunnah dan ijma’ salaf <span> </span>adalah bid’ah . Termasuk adalah dengan memecah belah ummat dan memuji ummat dengan apa yang tidak diperintahkan oleh Allah. Seperti dikatakan pada seseorang,”apakah anda syakily atau qarfandy’. Beliau berkata’ nama-nama seperti ini adalah bathil dan tidak pernah diturunkan dalil kepadanya dan tidak ada dalam qur’an dan sunnah dan tidak ada dalam atsar-atsar yang diketahui salaful ummah. Dan kewajiban seorang muslim jika di Tanya seperti itu adalah mengatakan saya bukan syakily atau qarfandi, tetapi saya adalah muslim yang mengikuti qur’an dan sunnah.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span>            </span>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- : <em>“Muawiyah bin Abu sufyan pernahy bertanya kepada Ibnu Abbas- radiallahuanhu- :”Kamu berpihak kepada millah ‘Ali atau ‘Utsaman?”, berkata Ibnu Abbas:” Saya bukan di millah ‘Ali dan bukan di millah ‘Utsman, tetapi saya adalah di millah Rasulullah<span>  </span></em><em><span style="font-size:16pt;font-family:'MCS Islamic Art 1';">T<span>  </span></span>“<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span>            </span>Lantas bagaimana dengan kelompok salafi Yamani yang sering menjuluki kelompok lain sebagai ahlul bid’ah, al pramuki, sururi, bungloniyin, dan seabrek nama – nama aneh lainnya, padahal hujjah belum tegak kepada kelompok yang mereka vonis sebagai ahlul bid’ah, apalagi yang mereke tuduh sebagai ahlul bid’ah sebagaian ada yang menimba ilmu dari ulama salaf abad ini, dikarenakan tidak bergabung dengan kelompok mereka (Salafi yamani-pen-)? Apakah kita yang merupakan faktor pemecah belah ataukah mereka?</p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><br /> <br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Mantan dekan jurusan aqidah Universitas umul Quro’Makkah, untuk penjelasan lebih lanjut tentang beliau,akan dibahas pada makalah yang berbeda.</p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Untuk kaidah ini dapat dilihat di kitab Majmu fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Insya Allah akan kami bagikan ke ikhwan mengenai isi dan penjelasannya.</p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibanatul Kubra 1/354,355 no.237,238).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=13&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/apakah-benar-ustadz-afwan-membela-sayyid-quthub-maaf-apakah-benar-ustadz-afwan-adalah-sururiyah-quthbiyah-seperti-tuduhan-tuduhan-yang-dilontarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ustadz.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDAPAT USTADZ TENTANG SAYYID QUTHUB</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendapat-ustadz-tentang-sayyid-quthub/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendapat-ustadz-tentang-sayyid-quthub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 06:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendapat-ustadz-tentang-sayyid-quthub/</guid>
		<description><![CDATA[Sayyid Quthub adalah salah seorang ulama yang mati syahid demi membela agama Islam ,adapun beliau adalah manusia biasa yang kadang salah terkadang benar. Adapun kesalahan beliau dinilai berdasarkan tingkatannya. Adapun pendapatnya yang sesuai dengan Alqur’an Dan Asunnah kita ambil namun kesalahannya yang bertentangan dengan Alqur’an Dan Asunnah kita tinggalkan. Oleh karena itu , siapapun dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=11&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a href="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz-zainuddin-1.JPG" title="ustadz-zainuddin-1.JPG"><img src="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz-zainuddin-1.thumbnail.JPG?w=510" alt="ustadz-zainuddin-1.JPG" align="left" border="4" hspace="4" vspace="4" /></a>Sayyid Quthub adalah salah seorang ulama yang mati syahid demi membela agama Islam ,adapun beliau adalah manusia biasa yang kadang salah terkadang benar. Adapun kesalahan beliau dinilai berdasarkan tingkatannya. Adapun pendapatnya yang sesuai dengan Alqur’an Dan Asunnah kita ambil namun kesalahannya yang bertentangan dengan Alqur’an Dan Asunnah kita tinggalkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Oleh karena itu , siapapun dia , apakah dia orang yang terpandang maupun shalih dapat tertimpa hal serupa, bahkan syaikh robi’ sekalipun pernah tergelincir dalam tulisan maupun ceramahnya.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span id="more-11"></span>Maka dapat menjadi suatu keharusan adanya suatu kaidah untuk dapat melindungi kehormatan mereka para ulama dari pencercaan, karena terjadinya suatu kekelireuan yang pasti menimpa dikalangan mereka. Orang-orang yang secara umum dipandang sebagai orang yang baik dan saleh tidak boleh direndahkan kedudukannya karena kesalahan yang dilakukannya. Hal itu tidak dapat ia elakan, kecuali oleh orang yang maksum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Said Bin Al Musayyab berkata: <em>“Tidak seorang pun yang terhormat maupun yang alim yang selamat dari cacat. Akan tetapi, ada diantara manusia ini orang-orang yang tidak patut disebut-sebut cacatnya jika orang itu kebaikannya jauh lebih banyak dari kekurangannya, dan kekurangannya tertutup oleh kelebihannya,”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Dalam hal ini Ibnul Qoyyim berkata<em>: “Kalau setiap orang yang berbuat keliru atau salah dibuang secara total atau segala kebaikannya dipandang tidak berarti sedikitpun , maka seluruh ilmu teknik keterampilan dan hukum menjadi rusak dan hancur lebur bangunannya.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Syaikh Al Allamah Abdul Azis Bin Abdullah Alu Syaikh berkata, <em>“Kitab Tafsir Fizhilalil Qur’an adalah kitab yang bermanfaat . penulisnya menuliskannya agar Al Qur’an ini dijadikan sebagai undang-undang kehidupan. Kitab ini bukanlah tafsir dalam arti kata harfiah, tetapi penulisnya banyak menampilkan ayat-ayat Al Qur’an yang dibutuhkan oleh seorang muslim dalam hidupnya…disana ada orang yang mengkritik sebagian istilah yang terdapat dalam kitab ini namun sesungguhnya hal-hal yang dianggap kesalahan ini adalah dikarenakan indahnya perkataan sayyid quthub dan tingginya gaya bahasa yang beliau pergunakan diatas gaya bahasa pembaca. Inilah sebenarnya yang tidak dipahami oleh sebagian orang yang mengkritiknya.Kalau saja mereka mau menyelaminya lebih dalam dan mengulangi bacaannya, sungguh akan jelas bagi mereka kesalahan mereka, dan kebenaran Sayyid Quthub.”<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[4]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Syaikh Manna Al Qahthan-rahimahullah- berkata<em>,”Sayyid Quthub telah menjumpai tuhannya dalam keadaan syahid demi mebela aqidahnya dengan meninggalkan warisan pemikirannya dan yang paling terdepan dalam kitab tafsirnya yang berjudul fizhilalil qur’an.Ini adalah kitab tafsir yang sempurna bagi kehidupan dibawah naungan alqur’an dan petunjuk islam.Penulisnya hidup dibawah naungan alqur’an sebagaiman yng dipahami dalam judulnya, beliau menikmati keindahan dalam alqur’an dan mengungkapkannya dengan segala perasaannya; ungkapan yang jujur… kitab ini terdiri dari 8 jilid dan telah dicetak berkali-kali dalam beberapa tahunb, dikarenakan ia mendapat sambutan yang hangat dari para ilmuwan<a href="#_ftn5" name="_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[5]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a>.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kemudian Syaikh Al Allamah Bakr Abdullah Abu Zaid Hafizhahullah, anggota hay’ah kibar al-ulama Saudi Arabia, memberikan tanggapan tentang buku Syaikh Rabi’ Almadkhali yang berjudul: <em>“Adhwa Islamiyah ‘Ala ‘Aqidati Sayyid Quthb Wa Fikrih.” </em>Syaikh Bakr berkata<em>, “ Sesungguhnya dalam buku sayyid quthub rahimahullah yang berjudul ‘ muqawwimat at tashawwur al islamiy’ terdapat bantahan yang tegas terhadap orang-orang yang mengatakan wihdatul wujud. Untuk itu kamikatakan semoga allah mengampuni sayyid quthub atasperkataannya yang mutsyabih yang beliau utarakan dengan suatu uslub dimana terdapat ibarat yang luas didalamnya. Dan perkataan yangsamar dari sayyid quthub semacam ini harus dikalahkan dengan perkataan lain dari sayyid quthub yang tegas.”<a href="#_ftn6" name="_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[6]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid juga mengatakan dalam surat terbuka beliau kepada Syaikh Rabi’.<em>”Dan diantara daftar isi tertulis ‘perkataan sayyid quthub tentang khalqul qur’an dan bahwa kalam allah adalah ibarat suatu kehendak’…..Akan tetapi, ketika saya membaca halaman-halaman yang disebutkan, saya tidak mendapatkan satu hurufpun yang didalamnya menunjukan bahwa sayyid quthub rahimahullahu ta’ala mengatakan al qur’an itu makhluk.Kenapa begitumudahnya anda melemparkan tuduhan takfir ini?”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Surat terbuka ini sesungguhnya karena permintaan dari Dr robi’ sendiri kepada Syaikh Bakr agar bersedia memberikan pengantar atau komentar atas buku beliau yang menyerang sayyid quthub. Semula Syaikh Bakr yang juga banyak syair dan mengusai sastra arab enggan memberikan komentarnya . namun karena Dr.robi mendesak beliau agar berkenan memberikan komentarnya, akhirnya beliau menuliskan pendapat beliau yang sesungguhnya tentang buku “Adhwa Islamiyah ‘Ala ‘Aqidati Sayyid Quthb Wa Fikrih.” (Pandangan islam atas aqidah dan pemikiran sayyid quthub).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Dalam surat yang cukup panjang lebar tersebut, Syaikh Bakr mengungkapkan ketidak setujuannya atas buku dimaksud dengan bahasa yang cukup keras namun santun. Syaikh juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahan yang terdapat di buku tersebut. Diakhir surat syaikh bakr berpesan kepada Dr robi’ : <em>“dan pada penutup surat ini , sesungguhnya saya menasehatkan kepada saudaraku yang terhormat fillah, agar menvcabut percetakan “Adhwa Islamiyah ‘ala ‘aqidati sayyid quthb wa fikrih.”. sesungguhnya buku ini tidakl boleh diterbitkan dan diedarkan karena didalamnya terdapat pelecehan yang amat berat dan pengaruh yang sangat besar terhadap para pemuda umat ini untuk terjerumus kedalam perbuatan mencela ulama, mendeskreditkan ulama, meremehkan kemampuan mereka dan melalaikan segala keutamaan mereka. Dan maafkanlah saya –semoga Allah memberikan berkah kepada anda- jika saya agak keras dalam menggunakan istilah. Hal ini tak lain karena saya melihat pelecehan anda yang sangat berat dank arena rasa sayang saya kepada anda, jika dikarenakan keinginan anda yang begitu menggebu untuk mengetahui apa pendapat saya tentang buku anda tersebut… maka , pena saya pun menuliskannya sebagaimana yang telah lalu. Semoga allah memberikan kebaikan kepada apa yang telah saya tulis dan kepada semuanya.” (Amin)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Syaikh Bakr juga mengatakan , bahwa perbedaan bahasa arab yang digunakan Syaikh sayyid quthub dan syaikh robi’ ibarat bahasa yang digunakan seorang mahasiswa dan anak I’dadi (persiapan bahasa). Sehingga anak yang masih I’dad tidak begitu faham dengan bahasa mahasiswa..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Begitulah pendapat kami tentang Sayyid Quthub –rahimahullah-, bahwa pendapat kami terhadap Sayyid Quthub –rahimahullah-, sama dengan pendapat Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid, Syaikh Manna Al Qahthan Rahimahullah,Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin<a href="#_ftn7" name="_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dan Syaikh Al Allamah Abdul Azis Bin Abdullah Alu Syaikh –Hafidzahullah-(Ketua Lajnah Da’imah Sekarang).<span>    </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> </p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><br /> <br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p><p class="MsoNormal" style="margin-right:-1pt;text-align:justify;line-height:16pt;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong><em><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">Kesalahan dalam membaca</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:10pt;color:black;"> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-Qur’an:</span></span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"><span> </span>dala<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> kaset syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> bin hadi al-<span style="letter-spacing:-0.2pt;">m</span>adkholi yang berjudul &#8220;Liqo` Tholabatil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14pt;margin:0 30.55pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="font-size:10pt;color:black;">Il<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>i,&#8221; beliau <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>e<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">b</span>aca surat al-<span style="letter-spacing:-0.15pt;">b</span>a<span style="letter-spacing:-0.15pt;">q</span>oroh 155 :<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><strong>wa lanabluwannakum bi syay`in minal<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>khowfi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>al<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>juu&#8217;i<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>naq<span style="letter-spacing:-0.1pt;">s</span>hin minal am<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>aali <span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ats-tsamaroot&#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">seharusnya</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;">:<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span><strong>minal am<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>aali WAL ANFUSI wats-tsamaroot</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">kurang <strong>&#8220;<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>al anfusi&#8221;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.05pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 229.6pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">2. judul kaset : Al-Makhroj Minal Fitan surat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> a</span>li<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>i<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ron<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>80</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca : <strong>maa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kaana<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>li<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>basyarin<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>an<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ya`tiya<span style="letter-spacing:-0.15pt;">h</span>ullahul<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kitaaba<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>&#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.55pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">seharusnya<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span><strong><span style="letter-spacing:-0.1pt;">:</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">an</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">YU`TIYAHULLAHUL</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">kitaaba&#8230;</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">beliau<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>denga<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>fathah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ya`,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>padahal<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>se<span style="letter-spacing:-0.15pt;">h</span>arusnya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>de<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span>gan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dhommah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ya`.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.55pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">3. judul kaset :<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><strong>Al-Mak<span style="letter-spacing:-0.15pt;">h</span>roj Minal Fitan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">surat</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;"> a</span><span style="font-size:10pt;color:black;">li<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>i<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ron<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>80</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.3pt 19.8pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca : &#8230; wa laakin kuunuu robbaan<span style="letter-spacing:-0.1pt;">i</span>yyiina bi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>aa kuntum tatluunal kitaaba&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14pt;margin:0 131.35pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">seharusnya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>:<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>bi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>aa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kuntum<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span><strong>TU&#8217;ALLIMUUNAL kitaaba&#8230; ini salahn<span style="letter-spacing:-0.15pt;">y</span>a fatal ban<span style="letter-spacing:-0.15pt;">g</span>et!</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.45pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">4. judul kaset :<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><strong>Shif<span style="letter-spacing:-0.15pt;">a</span>t Al-Abror</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">surat</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;">ali<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>i<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ron<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>195</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca : <strong>fastajaaba<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>lahum<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>robbuhum<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>innii<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>laa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>udhii&#8217;u<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>&#8216;amala<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>&#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.55pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">seharusnya</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;">:<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span><strong>&#8230; robbuhum ANNII laa&#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">beliau<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>denga<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kasrah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ha<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>zah.<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>padahal<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>seharusnya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dengan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>fat<span style="letter-spacing:-0.15pt;">h</span>ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.05pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 196.3pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">judul kaset : Asy-Syabaab wa Musykilaatuh surat a<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span>-ni<span style="letter-spacing:-0.15pt;">s</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span>a` 83</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca : <strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span> idzaa jaaaa`ahum amrun<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span>minal kho<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>fi adzaa&#8217;uu bih</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.55pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">seharusnya</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;">:<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span><strong><span style="letter-spacing:-0.1pt;">amrun</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">minal</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">AMNI</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">AWIL</span> k<span style="letter-spacing:-0.1pt;">h</span>o<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>fi &#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">kurang : dua kat<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span> (AM<span style="letter-spacing:-0.15pt;">N</span>I A<span style="letter-spacing:-0.2pt;">W</span>IL)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">ini yang paling parah<span style="letter-spacing:-0.1pt;">,</span></span></strong><span style="font-size:10pt;color:black;"> karena terdapat dala<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> tiga kaset.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14pt;margin:0 36.15pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">judul kaset : <strong><span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-I&#8217;tisham</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">bil</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Kitab</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">as</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Sunn</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;">h</span>;<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Wujubul<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Ittiba&#8217;<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Lal<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Ibtida&#8217;; Nad<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ah &#8216;Anil Jihad Ma&#8217;a Ibni Ji<span style="letter-spacing:-0.15pt;">b</span>rin</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">surat</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> an-nisaa` 115</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0.65pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">syekh robi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span> al-<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>adkholi <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca :<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><strong><span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">a </span>man<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yusyaaaaqqir<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>rasuula<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>min<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ba&#8217;di&#8230;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">(beliau <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca denga<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span> <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ad lazi<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> mutsaqqol <span style="letter-spacing:-0.15pt;">k</span>ali<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>i. ini salah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">seharusnya : ..</span><span style="font-size:10pt;color:black;">.<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span>YUSYAAQIQIR rasuula <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>in&#8230;</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"> </p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Al bidayah wan nihayah , Ibnu Katsir 9/100</p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Madarijus salikin, 2/39</p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref4" name="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> fatwa tertanggal 20/8/2005 M</p>
<p class="MsoFootnoteText"><span>   </span>Berikut teks aslinya:</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:18pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr" style="color:black;"><span>   </span></span><strong><span style="font-size:19pt;font-family:'Traditional Arabic';color:black;">مفتى المملكة يشيد بسيد قطب ومؤلفاته</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:19pt;color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:18pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Tahoma;color:black;"><span dir="rtl"></span>20-8-2005</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:18pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-family:'Traditional Arabic';color:black;">&#8220;&#8230;يأتي هذا التصريح من سماحة الشيخ عبد العزيز قاطعا للجدل الدائر حول كتاب &#8221; في ظلال القرآن &#8221; لاسيما وأنه صادر من أعلى مرجعية للفتوى في المملكة في وقت تشتد فيه الحملة على سيد قطب من قبل الكثير من التيارات الفكرية المعاصرة</span></strong><strong><span style="font-family:'Traditional Arabic';color:green;">&#8230;&#8221;</span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">أشاد سماحة الشيخ العلامة عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ مفتي عام المملكة بكتاب &#8221; في ظلال القرآن &#8221; لسيد قطب رحمه الله وذلك في أحد دروسه التي ألقاها مؤخرا. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">ومما ذكره عن كتاب &#8221; في ظلال القرآن &#8221; أنه كتاب نافع كتبه مؤلفه ليجعل من القرآن نظام حياة وهو ليس تفسيرا بالمعنى الحرفي إلا أنه استخرج من القرآن الكثير مما يحتاج إليه المسلم. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">وذكر سماحته أن هناك من شنع على بعض العبارات التي وردت في كتاب الظلال إلا أن هذه الأخطاء سببها علو كلام سيد وسمو أسلوبه فوق أسلوب القارئ وهذا ما لم يفهمه بعض من انتقدوه ولو أنهم أعادوا النظر وكرروا القراءة لتبين لهم خطأهم وصواب سيد قطب. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">وأشار إلى أن سيد قطب كان له توجهات مخالفة للإسلام إلا أنه تاب منها وعاد إلى الصواب وانصرف إلى الكتابة في القرآن الكريم وقد وقعت له أخطاء في بعض كتبه القديمة أعلن تراجعه عنها فيما بعد كما وقع له في الظلال بعض الأخطاء التي سببها له قلة علمه الشرعي. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">ودعا في كلمته إلى وجوب إحسان الظن بالناس وحمل كلامهم على أحسن المحامل كما أوصى طلبة العلم بقراءة كتاب الظلال والاستفادة مما فيه ونبه في كلامه إلى أن سيد قطب قتل شهيدا. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">وأصدر حكم الإعدام على سيد قطب الرئيس المصري الأسبق جمال عبد الناصر بعد أن رفض سيد كتابة اعتذار أو طلب العفو منه وقد كانت هناك جهود كثيرة لرفع حكم الإعدام عن سيد والشفاعة في إطلاق سراحه منها محاولات قام بها الملك فيصل بن عبد العزيز رحمه الله إلى أنها باءت بالفشل. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">ويعتبر سيد قطب رحمه الله وكتابه &#8221; في ظلال القرآن &#8221; أحد القضايا المحورية التي تدور عليها صراعات فكرية معاصرة وقد انقسم الناس في سيد قطب وكتاباته إلى مذاهب عديدة كان أحظاها بالصواب هو تقرير ما في كتبه من الأخطاء وهي قليلة مع الاعتذار له والإشادة بجهوده في خدمة الإسلام وتأصيل قضايا الدعوة والحكم بالشريعة. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">ويأتي هذا التصريح من سماحة الشيخ عبد العزيز قاطعا للجدل الدائر حول كتاب &#8221; في ظلال القرآن &#8221; لاسيما وأنه صادر من أعلى مرجعية للفتوى في المملكة في وقت تشتد فيه الحملة على سيد قطب من قبل الكثير من التيارات الفكرية المعاصرة فمنهم من يحمله جميع أسباب العنف الموجود في العالم الإسلامي وأن كتبه رافد رئيس من روافد الغلو والعنف في العالم الإسلامي ومنهم من يرى أنه من الكفار المرتدين. </span></strong></p>
<p dir="rtl" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:right;line-height:21.45pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';color:#3f3535;">وتجدر الإشارة إلى أن مؤلفات سيد قطب والكثير من مؤلفات أخيه محمد قطب ممنوعة من التداول في العديد من الدول العربية بما فيها المملكة العربية السعودية. </span></strong></p>
<p class="MsoFootnoteText"> </p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref5" name="_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Mabhits fi ‘Ulum Al-Qur’an/Syaikh Manna’ Khalil Al-Qaththan/hal 362-363/penerbit maktabah Wahbah –Kairo Mesir</p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref6" name="_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Surat tertanggal 17/01/2004, bisa dilihat di<span>  </span><span style="color:black;"><a href="http://www.islamgold.com/view.php?gid=7&amp;rid=94"><span style="color:black;">www.islamgold.com/view.php?gid=7&amp;rid=94</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText"> </p>
<p><p class="MsoNormal" style="margin-right:-1pt;line-height:12pt;"><a href="#_ftnref7" name="_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">Fatwa</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Syaikh</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Abdullah</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Bin</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Jibr</span>in (Anggota Ha&#8217;iah Kibaril <span style="letter-spacing:-0.1pt;">&#8216;Ulama</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-Mamlakah</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-&#8217;Arab</span>i<span style="letter-spacing:-0.1pt;">yyah</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">As-Su&#8217;udiyyah)</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Tentang Hasan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-Banna</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Dan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Say</span>i<span style="letter-spacing:-0.1pt;">d</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Quthub :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><u><span style="font-size:10pt;color:black;">Soal:</span></u><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.2pt 4.85pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Segelintir pemuda <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>engelo<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>pokkan<span style="letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span>Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid&#8217;a<span style="letter-spacing:-0.1pt;">h</span></span><span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span>berikut <span>melarang membaca buku-buku merek<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span></span>, serta<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">menuduh </span><span>beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham kha<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ari<span style="letter-spacing:-0.1pt;">j</span></span>. Alasan <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>elakukan itu se<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">u</span>a adalah dala<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> rangka <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>enjelaskan kesalahan kepada <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>asyarakat, sedang status <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka sendiri <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>asih<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>sebagai<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>para<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>penuntut<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.3pt 21.45pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Saya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>sangat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>engharapkan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>jawaban<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang dapat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>enghilangkan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>keragu-raguan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dan kebingungan saya <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>engenai hal ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.65pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><u><span style="font-size:10pt;color:black;">Ja<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ab:</span></u><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.2pt 13.3pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Segala<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>puji<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>bagi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Allah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>se<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ata.<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span>Menggelari orang lain sebagai mubta<span style="letter-spacing:-0.15pt;">d</span>i&#8217; (pelaku bid&#8217;ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>perbuatan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tidak<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dibenarkan atas umat Islam</span>, karena Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 23.25pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">&#8220;Barangsiapa yang mengatakan kepad</span><span style="font-size:10pt;color:black;">a <span style="letter-spacing:-0.1pt;">saudaranya:</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">&#8220;Wahai</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">musuh</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Allah&#8221;, </span>sedang kenyataannya tidak seperti itu,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>maka<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>capannya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>itu<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>menimpa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dirinya sendiri.&#8221; (HR. Muslim).</span><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 26.25pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">&#8220;Barangsiapa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>mengkafirkan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>seorang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>m<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>slim,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>maka<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ucapan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>itu<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tepat adanya pada salah sat<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span> di antara keduanya.&#8221; (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</span><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 18.65pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">&#8220;..bahwa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ada<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>seseorang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>elihat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>orang<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span>lain<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>elakukan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dosa,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>lalu<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ia<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>berkata kepadanya:<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">D</span>e<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>i<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Allah,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Allah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tidak<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>akan <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>engampuni<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>u<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">.</span> Maka Allah<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span>berfir<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>an:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.3pt 28.75pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="font-size:10pt;color:black;">Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku ba<span style="letter-spacing:-0.15pt;">hw</span>a Aku tidak akan mengampuni<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>si<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>fulan?<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Sesungguhn<span style="letter-spacing:-0.1pt;">ya</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Aku</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">telah</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">mengampuninya</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">d</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;">n</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Aku </span>gugurkan (pahala) amalm<span style="letter-spacing:-0.1pt;">u</span></span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">.</span><span style="font-size:10pt;color:black;">&#8221; (HR. Musli<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 6pt 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Ke<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>udian saya ingin <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>engatakan <span style="letter-spacing:-0.1pt;">bah</span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span><span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Sayid</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Quthub</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">dan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Hasan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Al-Banna </span>termas<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>k<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">p</span>ara<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ulama<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tokoh<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dak<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Islam</span>. <span>Mel<span style="letter-spacing:-0.15pt;">a</span>lui<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dak<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span>ah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>mereka<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>berd<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>a,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 17.85pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Allah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>telah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>memberi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>hidayah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kepada<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ribuan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>manusi<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span></span><span style="font-size:10pt;color:black;">.<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>P<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span>rti<span style="letter-spacing:-0.15pt;">s</span>ipa<span style="letter-spacing:-0.15pt;">s</span>i<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>andil dakwah <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka berdua tak <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ungkin diingkari. Itulah sebabnya,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> <span>Syaikh</span></span><span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">Abdula</span><span style="letter-spacing:-0.2pt;">z</span><span>i<span style="letter-spacing:-0.1pt;">z </span>bin Baa<span style="letter-spacing:-0.2pt;">z</span> Â mengajukan permohonan d<span style="letter-spacing:-0.1pt;">e</span>ngan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnase<span style="letter-spacing:-0.1pt;">r</span></span> -se<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>oga Allah <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>e<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">b</span>alasnya dengan ganjaran<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>seti<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>pal<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>- <span>untuk<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>menarik<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kembali<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>k<span style="letter-spacing:-0.1pt;">eputusannya</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">menjatuhkan</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.9pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">hukuman mati atas Sayid Quthub, mesk<span style="letter-spacing:-0.1pt;">ipun</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">pada</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">akhirnya</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">permohonan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Syaikh</span></span><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Bin Baa<span style="letter-spacing:-0.2pt;">z</span> tersebut ditolak.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.95pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 18.65pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Setelah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>berdua<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>(Sayid Quthub<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Hasan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Al-Banna)<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dibunuh,<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span><span>nama keduanya selalu disandangi sebuta<span style="letter-spacing:-0.1pt;">n &#8220;Asy-Syahid&#8221; karena mereka dibunuh </span>dalam keadaan ter<span style="letter-spacing:-0.2pt;">z</span>alimi dan teraniay<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span></span>. <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Penyandangan</span><span> se<span style="letter-spacing:-0.1pt;">butan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">&#8220;Asy-Syahid&#8221; </span>tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tersebarluaskan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>le<span style="letter-spacing:-0.15pt;">w</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">a</span>t <span style="letter-spacing:-0.1pt;">media</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">massa</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">dan</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">buku-buku</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">tanp</span>a<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span>adanya protes atau penolakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0 4.8pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Buku-buku <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka berdua diteri<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a oleh para ula<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a, dan Allah <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>e<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>berikan <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>anfaat &#8211; dengan dakwah <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka &#8211; kepada hamba<span style="letter-spacing:-0.15pt;">-</span>ha<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ba<span style="letter-spacing:-0.1pt;">N</span>ya,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>serta<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tak<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ada<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>seorang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>pun<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang telah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>elemparkan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tuduhan<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>kepada<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>berdua<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>sela<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.3pt 18.85pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span>yang <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>ereka lakukan, <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>aka hal yang sa<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a telah dilakukan oleh I<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> Nawawi, I<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>am<span style="letter-spacing:-0.3pt;"> </span>Suyuthi, I<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> Ibnul Jauzi, I<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;">m</span> Ibnu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">A</span><span style="font-size:10pt;color:black;">thiyah, Ima<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> Al-Khaththabi, I<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span> Al-Qasthalani, dan yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.55pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Saya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>telah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>embaca<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>apa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>dit<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>lis<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>oleh<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Syai<span style="letter-spacing:-0.15pt;">k</span>h<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Rabie<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>bin<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Hadi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Al-Madkhali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:13.5pt;margin:0.3pt 6.75pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">(ula<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a <span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">u</span>da Saudi yg anti IKHWAN-pen) t<span style="letter-spacing:-0.15pt;">e</span>ntang kitab bantah<span style="letter-spacing:-0.1pt;">annya terhadap Sayid </span>Quthub,<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tapi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>saya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>elihat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>tulisannya<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>itu<span style="letter-spacing:0.05pt;"> </span>sebagai<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>contoh<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>pe<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>berian<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>judul<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>yang<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>sa<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karen<span style="letter-spacing:-0.1pt;">a </span>it<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>lah,t<span style="letter-spacing:-0.15pt;">u</span>lisan<span style="letter-spacing:-0.15pt;">n</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">y</span>a<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>ter<span style="letter-spacing:-0.15pt;">s</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">ebut</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">dibantah</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">oleh </span>Syaikh<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Bakr<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Abu<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Zaid<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>(juga<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>anggota<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>hai<span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span>ah<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>Kibaril <span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8216;</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">U</span>la<span style="letter-spacing:-0.15pt;">m</span>a KSA-pen) hafidzhahullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.65pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;">Mata<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>cinta<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>terasa<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>l<span style="letter-spacing:-0.1pt;">e</span>tih<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>memandan<span style="letter-spacing:-0.15pt;">g</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>aib</span></em><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:1.8pt -1pt 0.0001pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;">Tapi<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>mata<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">b</span>enci<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>s<span style="letter-spacing:-0.1pt;">e</span>lalu<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>melihat<span style="letter-spacing:-0.1pt;"> </span>aib</span></em><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;">Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin</span></em><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:5.45pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:12pt;margin:0 -1pt 0.0001pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;letter-spacing:-0.1pt;">26</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Shafar</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">1417</span> <span style="letter-spacing:-0.1pt;">H.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-1pt;line-height:12pt;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText"> </p>
<p class="MsoFootnoteText"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=11&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendapat-ustadz-tentang-sayyid-quthub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/ustadz-zainuddin-1.thumbnail.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">ustadz-zainuddin-1.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDAHULUAN</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendahuluan/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 06:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendahuluan/</guid>
		<description><![CDATA[Kami ucapkan jazzakumullah khairon atas pertanyaannya, sebelumnya ana ingin memberitahukan sepak terjang dakwah salafiyah yang terjadi di Samarinda, bahwa dulu, jauh sebelum antum mengenal manhaj salaf, ada sebagian ikhwan–ikhwan yang ikut ta’lim kepada ust.afwan, namun dikarenakan syubhat yang dimunculkan oleh teman-teman yang berasal dari salafi yamani, maka sebagian ikhwan terkena syubhat dan akhirnya bergabung dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=8&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ka<a href="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/masjid-agung-pelita-2.JPG" title="masjid-agung-pelita-2.JPG"><img src="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/masjid-agung-pelita-2.thumbnail.JPG?w=510" alt="masjid-agung-pelita-2.JPG" align="left" border="4" hspace="4" vspace="4" /></a>mi ucapkan jazzakumullah khairon atas pertanyaannya, sebelumnya ana ingin memberitahukan sepak terjang dakwah salafiyah yang terjadi di Samarinda, bahwa dulu, jauh sebelum antum mengenal manhaj salaf, ada sebagian ikhwan–ikhwan yang ikut ta’lim kepada ust.afwan, namun dikarenakan syubhat yang dimunculkan oleh teman-teman yang berasal dari salafi yamani, maka sebagian ikhwan terkena syubhat dan akhirnya bergabung dengan jama’ah salafy yamani. <span id="more-8"></span>Pada awalnya mereka sering menyakan hal tersebut, persis seperti pertanyaan antum diatas, namun dikarenakan pertimbangan mafsadatnya (kerusakan) lebih besar, maka kami enggan untuk menjawab pertanyaan tersebut , dikarenakan takut perkara tersebut bisa menimbulkan syubhat yang lebih dalam lagi, dan memang sebetulnya kami sendiri dulu belum faham betul apa itu ihya at turots , quthbiyah, sururiyah, dan lain sebagainya.<br />
Namun setelah muncul fitnah/syubhat yang telah dilontarkan kepada kita, barulah  kami mendengar yang namanya sururiyah quthbiyah, dsb. Karena fitnah, ini maka sebagian ikhwan mulai sibuk mengghibah, membicarakan ustadz-ustadz yang di peringatkan (tahdzir) dan sering menanyakan betulkah ustadz fulan salafy? Atau surury?. Karena perkara tersebut akhirnya sebagian dari ikhwan ada yang futur akibat kebingungan, ada yang ikut salafi yamani dan sebagian bersikap pertengahan dalam masalah ini.<br />
Adapun mereka yang ikut kepada salafi yamani, mereka sering sekali membicarakan ustadz-ustadz yang mereka anggap keluar dari barisan Ahlusunnah Wal Jama’ah disetiap akhir majelisnya, mereka sibuk akan hal tersebut, sedangkan yang bersikap pertengahan mereka tidak mau  larut didalam ghibah dan perselisihan tersebut dan sibuk dengan majelis ilmu, terutama yang memperdalam masalah aqidah tauhid.<br />
Terus terang kalau bukan karena banyaknya pertanyaan dan permintaan untuk menerangkan masalah ini, serta melihat kebutuhan ikhwan Salafiyin di Samarinda untuk mengetahui sikap yang benar dalam masalah ini, apalagi sebagai dampak negatif dari fitnah ini, banyak orang awam yang kemudian enggan untuk mengambil manfaat ilmu dari para Ustadz Salafiyin di Indonesia, bahkan dari kebanyakan ulama Ahlusunnah zaman sekarang, karena nama baik mereka sudah dicemarkan sedemikian rupa, minimal diragukan kebenaran manhajnya, kalau bukan karena itu semua maka kami tidak akan menjawab pertanyaan antum tentang masalah ini.<br />
Terbukti masalah fitnah ini sudah lama bergulir dan dampaknya sudah lama terasa, tapi baru sekarang kami mencoba menjelaskan masalah ini, dengan mempertimbangkan maslahat, wallahu a’lam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=8&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2007/03/21/pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alghuroba.files.wordpress.com/2007/03/masjid-agung-pelita-2.thumbnail.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">masjid-agung-pelita-2.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ushul Tsalasah</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/29/ushul-tsalasah/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/29/ushul-tsalasah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 05:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/29/ushul-tsalasah/</guid>
		<description><![CDATA[Ushul Tsalasah Oleh: Ustadz Ahmad Afwan Abdurrahman,Lc.MA               Sebagai seorang mu’min kita wajib mengetahui 3 dasar dalam beraqidah dan ber Islam denganbenar, yaitu: 1.      Mengenal Allah Azza Wa Jalla (Ma’rifatullah) Yaitu dengan mentaati segal perintahnya danmenjauhi segala larangannya. 2.      Mengenal Islam (Ma’rifatul Islam) Yaitu dengan mempelajari Islam itu dengan benar beserta dalil-dalilnya. 3.      Mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=4&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle"><span>Ushul Tsalasah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Oleh: Ustadz Ahmad Afwan Abdurrahman,Lc.MA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Sebagai seorang mu’min kita wajib mengetahui 3 dasar dalam beraqidah dan ber Islam denganbenar, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengenal Allah Azza Wa Jalla (Ma’rifatullah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:0.25in;"><span>Yaitu dengan mentaati segal perintahnya danmenjauhi segala larangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengenal Islam (Ma’rifatul Islam)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:0.25in;"><span>Yaitu dengan mempelajari Islam itu dengan benar beserta dalil-dalilnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Mengenal Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference">1</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span>Yaitu dengan mengenal sunnah-sunnahnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Denganmengetahui dan mengamalkan 3 landasan pokok diatas kita dapat selamat baik didunia maupun diakhirat.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Dalam mengenal Allah Orang–orang sufi menanggap bahwa ma’rifatullah yang ada dalam hatinya sebagai ru’yatullah melihat allah dengan mata kepala. Padahal terkadang syaitan membayang-bayanginya dan mengatakan bahwa dirinyalah adalah tuhan (Widhatul wujud). Dan mereka salah kaprah dalam memahami ma’rifatullah. Hal inilah yang dipahami oleh orang-orang tasawuf.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Dan pemahaman sesat dan menyesatkan ini telah dijelaskan dalam Al qur’an, dimana Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><em><span>“ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan dialah yang mah mendengar lagi maha melihat.”(Asy-Syu’ara:11)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Orang-orang tasawuf ini ketika telah mencapai tingkatan widhatul wujud ia menyatakan bahwasanya apa yang dia kerjakan dan lakukan adalah perbuatan Allah Azza wajalla, bahkan ia tidak pernah melakukan ibadah wajib dan perbuatan ini adalah suatu bentuk kekufuran kepada Allah Azza Wajalla.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Adapun pemahaman yang benar dalam mengenal Allah (Ma’rifatullah) dalam mensifati-Nya adalah:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Tanpa Ta’wil (Penafsiran)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Tanpa Tahrif (Penyimpangan)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Tanpa Ta’yif (Menanyakan bagaimana hakekatnya)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Tanpa Ta’thil ( Meniadakan hakekatnya)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span>Tanpa Tamtsil (Penyerupaan/menyamakan dengan makhluk)<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference">2</span></a></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Imam Malik bin Anas rakhimakhumullah ditanya tentang cara atau keadaan istiwa (bersemayamnya Allah Azza Wa jalla), lalu Imam Malik menjawab:” Istiwa’ itu telah dipahami pengertiannya, sedang bagaimana caranya tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib, dan bertanya tentanya adalah bid’ah.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Para Salafus shalih (para sahabat) memahami Istiwa’ tanpa di ta’wil, Tahrif, Ta’yif, Ta’thil dan tamtsil, mereka memahami dan mengenal Allah Azza Wa jalla yaitu dengan mentaati perintahnya dan menjauhi segala larangannya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Apabila pada saat sekarang ini ada yang menanyakan bahwasanya seorang manusia itu bisa melihat Allah di dunia (Mukasyafat/pembukaan tabir Allah) itu adalah suatu kebohongan besar , padahal Allah hanya berbicara pada Rasul-Nya dengan wahyu atau di balik tabir atau perantaraan malaikat Jibril.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span>Dan hal ini telah dijelaskan dalam Alqur’an, bahwasanya Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span>“ Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu, atau dibelakang tabir, atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.”(QS.Asyura :51).<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference">1</span></a></span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Dan berdasarkan hadits Abi Dzar, yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Syaqiq, dia berkata:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span>“ Saya pernah bertanya kepada Rasulullah, apakah engkau telah melihat Allah, beliau menjawab, “Cahaya yang menghalangiku untuk melihat-Nya.”(HR.Muslim).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Cukuplah seorang manusia itu ndikatakan sebagai pendusta apabila ia mengaku-ngaku Islam tapi tidak mau mengamalkan segala konsekuensinya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Bagaimana supaya kita dapat memahami Islam itu sendiri? Antara lain dengan mempelajari Al qur’an, karena dengan mempelajari Al qur’an, dapat menyelamatkan kita dari baik di dunia maupun akhirat. Serta kita tidak akan panik kalau kita membaca Al qur’an dimanapun kita berada.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Imam Bukhari pada waktu masih kecil mengalami kebutaan pada matanya, dan yang dilakukan ibundanya untuk menyembuhkan matanya adalh dengan membaca Al qur’an setiap malam dan ibundanya selalu berdoa kepada Allah, dan lahamdulillah mata anaknya sudah bercahaya kembali.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Ironis sekali nasib umat Islam sekarang ini, dimana kita bisa mengambil contoh dalam ilmu kedokteran, dimana penemu ilmu tersbut adalah seorang ilmuwan Islam yaitu Ibnu Sina, dimana ilmu tersebut banyak terdapat dalam Al qur’an, namun yang terjadi sekarang ini, justru ilmu kedokteran itu banyak dimanfaatkan orang-orang kuffar.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Bagaimana kita memulai untuk mempelajari Al qur’an, yatu dengan belajar dan mengurangi perbuatan yang tidak berguna. Sebab kita berkomunikasi dengan Allah pada saat kita membaca Al qur’an , dikarenakan Al qur’an adalah wahyu dari Allah Azza Wa Jalla.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Dan akan lebih sempurna apabila kita mempelajari Al qur’an dengan menghafal, mangkaji dan mengamalkannya, karena Allah Azza Wa Jalla berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span>“ Inilah suatu kitab yang kami turunkan kepadamu, kami telah restui agar mereka mengkaji ayat-ayat-Nya dan supaya dijadikan peringatan bagi orang-orang yang berfikir.”(QS:Shaad :29).</span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Kita berkomunikasi dengan Allah Azza wa Jalla pada saat kita membaca Al qur’an dikarenakan Al qur’an adalah wahyu dari Allah Azza Wa Jalla.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Inilah kelebihan dari pengamalan 3 landasan pokok dalam Islam, serta dengan mempelajari Ad Dien (Agama), dimana rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyText"><em><span>“Barang siapa yang didatangkan kebaikan oleh Allah, maka Dia akan membuat orang itu mengerti agama.”<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference">1</span></a></span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span>Ilmu agama disini bukan saja kita pelajari pada saat kita duduk dibangku sekolah saja, namun sampai<span>  </span>menjelang ajal menjemput kita, kita tetap belajar ilmu agama yatu dengan mengucapkan La Ila ha Ilallah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>                                    </span><span>     </span></span><em><span style="font-size:10pt;">Disampaikan pada Ta’lim Kajian Aqidah tanggal 3 Desember 2004</span><span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText"><span><span>            </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><br /> <br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:9pt;">1</span></span></a><span style="font-size:9pt;">. Al-Ushuluts Tsalasah oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab</span></p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:9pt;">2</span></span></a><span style="font-size:9pt;">. Manhaj Golongan Yang Selamat Oleh Syaikh Muhammad Jamil Zainu</span></p>
<p><p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span>1</span></span></a><span style="font-size:9pt;"> . Ketika Syaikhul Islam Ibnu taimiyah ditanya tentang orang yang menyatakan bahwa dirinya pernah melihat Allah dengan mata kepalanya di dunia , beliau menjawab: &#8220;Barang siapa diantara manusia yang mengatakan bahwa para wali atau selainnya bisa melihat Allah dengan mata kepalanya di dunia , maka ia adalah seorang mubtadi&#8217;(Ahlul bid&#8217;ah) yang menyesatkan, yang berlawanan dengan kitab dan sunnah dan ijma&#8217; <em>Salaful Ummah, </em>apalagi kalau menganggap dirimya lebih afdhal dari Musa alaihi wasallam maka dia harus disuruh taubat kalau mau, kalau dia menolak maka boleh dibunuh. <em>Majmu&#8217; Fatawa VI/512</em></span><em><span></span></em></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span> </span></p>
<p><p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref4" name="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span>1</span></span></a><span> Al Bukhari, kitabul Ilmi, bab “Man yaridillahu bihi Khairan”, Muslim, Kitab Az-Zaat, bab “An-Nahyu anil Mas’alah” </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=4&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/29/ushul-tsalasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Pemahaman Orang Yang Ghuluw</title>
		<link>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/28/meluruskan-pemahaman-orang-yang-ghuluw/</link>
		<comments>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/28/meluruskan-pemahaman-orang-yang-ghuluw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 07:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alghuroba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/28/meluruskan-pemahaman-orang-yang-ghuluw/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=3&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. <em>Amma ba&#8217;du</em>:</span><span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Allah azza wa jalla berfirman:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 45pt 0.0001pt 0;"><span>فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيءءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ<span>    </span>النساء<span>  </span>59 </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span>Artinya: </span><em><span style="font-weight:normal;">jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalilah pada Allah (Alqur’an) dan </span></em><em><span style="font-weight:normal;">Rasulnya </span></em><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--></span><em><span style="font-weight:normal;"><span> </span>(sunnahnya).<span>  </span></span></em><em><span><span> </span>An nisa’ : 59.</span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="font-weight:normal;">Jazzakumullah atas pelurusan yang antum berikan dimana antum telah memberikan komentar terhadap tulisan ana yang dicantumkan pada situs www. Salafywordpress.com.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="font-weight:normal;">Namun sebetulnya substansi pada tulisan ana bukan terletak pada perkataan Ali bin Abi Thalib –Radiallahuanhu- tersebut namun lebih jauh kepada cirri-ciri manhaj golongan selamat yang ana kutip dari kitab minhajul Firqah An-Najiyah watThaifah Al-Manshurah. Yang ditulis oleh syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -hafidzahullah-.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="font-weight:normal;">Alhamdulillah antum meluruskan pengantar artikel yang ana tulis di situs tersebut. Komentar tersebut antara lain:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>1.<span>      </span></span></span><!--[endif]-->Pendapat tersebut bukan pendapat yang disandarkan kepada shahabat yang mulia Ali bin abi thalib –radhiyAllahu ‘anhu.<span style="font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>2.<span>      </span></span></span><!--[endif]-->Pendapat tersebut sangat bertentangan dengan apa-apa yang telah dibawa oleh Nabi yang mulia shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahwa Dari Abu Hurairah –radhiyAllahu ‘anhu bahwa, ” (Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya, maka perhatikan siapa temanmu” (as-Shahihah 927)<span style="font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>3.<span>      </span></span></span></em><!--[endif]-->Pendapat itu juga sangat tidak masuk akal, karena para shahabat –ridhwanulAllah ‘alayhim ketika terjadi fitnah Nabi palsu, mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan musailamah al-khadzdzab<em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>4.<span>      </span></span></span></em><!--[endif]-->Hikmah kita menolak perkataan bathil diatas bahwa “Salafy adalah manhaj yang bersih, bukan manhaj yang seenaknya diambil dari ‘tong-tong’ sampah, karena manhaj salaf cara memahami Islam yang dibawa oleh para generasi awal yang masih bersih, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam malik –rahimahullah ” Tidak akan menjadi baik generasi umat yang terakhir ini kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi pertamanya”<span style="color:black;font-weight:normal;"> </span><em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Namun ana merasa sangat bingung plus bertanya-tanya, bantahan antum sangat tidak relevan terhadap artikel yang ana tulis dan bantahan antum sangat jauh menyimpang , tidak sesuai pada tempatnya. Persis seperti apa yang dilakukan ahlul bid’ah yang menyelewengkan dalil-dalil dari tempat aslinya, hal ini adalah bentuk tahrif yang paling tersembunyi.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Banyak kalangan yang menginginkan kebaikan namun terjatuh didalamnya , karena sedikitnya bekal ilmu dan pemahamannya. Hal ini juga sebagai celah yang sangat luas bagi kebanyakan bid’ah, ana berdo’a kepada allah agar antum diselamatkan <span> </span>diselamatkan dari itu semua.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Jazakumullah terhadap abu faqih yang telah melakukan pelurusan kepada al akh abu yahya adz dzahabi, namun disini ana hanya perlu manambahkan sedikit pelurusan terhadap al akh abu yahya addzahabi.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0.5in;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Perkataan al akh abu yahya addzahabi:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:-14.25pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>1.<span>    </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Perkataan undzur ma qoola wa laa tandzur ma qoola tidak sah dari Sahabat Ali bin Abi Thalib –Radiallahuanhu-</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Pelurusan:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>a.<span>       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Baiklah jika hal itu tidak sah nerasal dari ali bin abi thalib, namun hal tersebut tidaklah bertentangan dengan hadits nabi seperti yang dijelaskan oleh Syaikh Jamil Zainu –Hafidzahullah- dalam kitabnya Minhajul Firqah An-Najiyah watThaifah Al-Manshurah<span>  </span>mengatakan:</span></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;"><strong>“</strong>Allah telah mengutus segenap rasulNya kepada umat manusia. Allah memerintahkan mereka agar menyeru manusia beribadah kepada Allah dan mengesakanNya. Tetapi sebagian besar umat-umat itu mendustakan dakwah para rasul. Mereka menentang dan menolak kebenaran yang kepadanya mereka diseru, yakni tauhid. Oleh karena itu kesudahan mereka adalah kehancuran dan kebinasaan.</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 0.5in 5pt 0.75in;"><em>&#8220;Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebe-rat atom rasa sombong.&#8221;</em></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Kemudian beliau <!--[if gte vml 1]&amp;gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--><span> </span>bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 0.5in 5pt 0.75in;"><em>&#8220;Sombong yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Karenanya, setiap mukmin tidak boleh menolak kebenaran dan nasihat, sehingga menyerupai orang-orang kafir, juga agar tidak ter-jerumus ke dalam sifat sombong yang bisa menghalanginya masuk Surga. <strong>Maka hikmah (kebijaksanaan) adalah harta orang mukmin yang hilang. Di mana saja ditemukan, maka ia akan mengambil dan memungutnya. </strong></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;"><strong><u>Maka dari itu, kita wajib menerima kebenaran dari siapa saja, bahkan sampai dari setan sekalipun. </u></strong>“</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Kemudian beliau Syaikh Jamil Zainu –Hafidzahullah- melanjutkan dengan berdalil:</span></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Tersebut dalam riwayat, bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam menjadikan Abu Hurairah sebagai penjaga Baitul Maal.</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Suatu hari, datang seseorang untuk mencuri, tetapi Abu Hurairah segera mengetahui, sehingga menangkap basah pencuri tersebut. Pencuri itu lalu mengharap, menghiba dan mengadu kepada Abu Hurairah, bahwa ia orang yang amat lemah dan miskin. Abu Hurairah tak tega, sehingga melepas pencuri tersebut.</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Tetapi pencuri itu kembali lagi melakukan aksinya pada kali kedua dan ketiga. Abu Hurairah kemudian menangkapnya, seraya mengancam, <em>&#8220;Sungguh, aku akan mengadukan halmu kepada Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam .&#8221; </em></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Orang itu ketakutan dan berkata menghiba<em>, &#8220;Biarkanlah aku, jangan adukan perkara ini kepada Rasulullah! Jika kau penuhi, sungguh aku akan mengajarimu suatu ayat dari Al-Qur&#8217;an, yang jika engkau membacanya, niscaya setan tak akan mendekatimu.&#8221;</em> Abu Hurairah bertanya, <em>&#8220;Ayat apakah itu?&#8221;</em></p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;">Ia menjawab, <em>&#8220;Ia adalah ayat Kursi.&#8221;</em> Lalu Abu Hurairah melepas kembali pencuri tersebut. Selanjutnya Abu Hurairah menceritakan kepada Rasulullah apa yang ia saksikan. Lalu Rasulullah bertanya padanya, <em>&#8220;Tahukah kamu, siapakah orang yang berbicara tersebut? Sesungguhnya ia adalah setan. Ia berkata benar padahal dia adalah pendusta.&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari).</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>b.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Ana takut antum bisa menjadi umat yang binasa akibat ada sesorang yang mengatakan hadist shohih yang berasal dari nabi antum tidak menerima, walaupun yang menyampaikan seorang anak kecil. </span></p>
<p style="margin-left:0.75in;">Ibnu Abbas berkata, &#8220;Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit. Aku mengatakan kepada kalian, &#8216;Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda, tetapi kalian mengatakan, &#8216;Abu Bakar berkata, Umar berkata&#8217;.&#8221; (HR. Ahmad dan Ibnu &#8216;Abdil Barr)<br />
Syaikh Jamil Zainu –Hafidzahullah- dalam kitabnya Minhajul Firqah An-Najiyah mengatakan:</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-align:justify;"><em>“Seorang pujangga menyenandungkan syair yang mengingkari orang-orang yang berdalih dengan ucapan para syaikh mereka. Ia berkata, <span>&#8220;Aku katakan padamu, &#8216;Allah berfirman, RasulNya bersabda&#8217;,lalu kamu menjawab, &#8216;Syaikh saya telah berkata &#8230;&#8217;</span></em><span>.&#8221; (Dikeluarkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalamtahqiq Musnadahmad, 5/47)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Kiranya hal tersebut cukup dijadikan hujjah, namun jika antum berkelit dengan perkataan – perkataan para imam, sungguh para imam itu tidak maksum, sedangkan Rasulullah adalah orang yang maksum.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Yang jelas, antum memiliki akal, gunakan akal itu untuk tunduk kepada al-qur’an dan as sunnah, bukan pada perkataan para imam….afwan ya akhi.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:-14.25pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>2.<span>    </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Pendapat tersebut bertentangan dengan hadist nabi yang berasal dari abu hurairah –radiallahuanhu- Rasulullah bersabda: Agama seseorang dikenal dari agama temannya, maka perhatikan siapa temanmu”.As-Shahihah.197.</span><em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:21.75pt;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Pelurusan :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Sungguh hal itu tidak bertentangan ya akhi, hal tersebut disampaikan oleh rasulullah agar jangan sampai kita bergaul dengan orang muslim yang tidak baik aqidah dan manhajnya, namun hadits tersebut tidaklah bertentangan sama sekali dengan bolehnya menerima kebenaran dari siapa saja, walaupun itu orang kafir sekalipun. Dan ana akan jabarkan satu-persatu:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>a.<span>       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Bolehnya mengambil kebenaran walaupun itu datangnya dari orang kafir sekalipun. Dalilnya:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;">Disebutkan dalam sebuah hadits shohih dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma, </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><em><span style="font-weight:normal;">“Bahwasanya ketika rasulullah </span></em><em><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--><span> </span></span></em><em><span style="color:black;font-weight:normal;">datang kemadinah , beliau mendapati kaumyahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya kepada mereka,”hari apa ini, kok kalian berpuasa? ‘Mereka menjawab,’ini adalah hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, sekaligus menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya.lalu Musa berpuasa pada hari ini sebagaitanda syukur dan kami juga puasa”. Maka Rasullullah<span>  </span></span></em><em><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--><span> </span></span></em><em><span style="color:black;font-weight:normal;">bersabda,’kalau begitu , kami lebih berhak dan layak terhadap (untuk mengikuti) Musa daripada kalian.’Kemudian beliaupun berpuasa dan memerintahkan –kaum muslimin- untuk brpuasa pada hari itu.”</span></em><span style="color:black;font-weight:normal;">(Shahih muslim/Kitab Ash-shiyam/bab Shaum yaumi ‘Asyura/hadits no.1911. Imam Ahmad dan Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits senada juga dari Ibnu Abbas.)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Imam Al-Hafizh Ibnu HajarAl-Asqalani rahimahullah berkata<em>.”Sesungguhnya pertama kali nabi mengetahui hal tersebut dan menanyakannya (kepada orang yahudi) adalah setelah beliau datang kemadinah, bukan sebelumnya…..Ketika nabi<span>  </span></em></span><em><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--><span> </span></span></em><em><span style="color:black;font-weight:normal;">datang ke Madinah dan tinggal hingga hari assyura, beliau mendapatkan orang-orang yahudi berpuasapadahari tersebut.”</span></em><span style="color:black;font-weight:normal;">(Fath Al-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari/Al-Hafizh Ahmadbin Ali Ibnu Hajar Al asqalani)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Ibnul Qoyyim –rahimahullah-berkata: <em>“Tradisi yag kita tempuh dalam masalah-maslah agamakita, baik yang sulit maupun yang mudah, yaitu kami harus mengatakan apa adanya dan tidak boleh mempertentangkan satu dengan yang lainnya . Tidak boleh kita fanatic kepada kelompok teretntuuntuk melawan kelompok yang lain. Akan tetapikita sejalan dengan setiap kelompok yang mengikuti kebenaran dan kita menolak kelompok yang menyalahi kebenaran tanpa mengagungkan kelompok tertentu dan pendapat tertentu.”</em>(Thariqul Hijrataini, hal.393)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Ibnu Taimiyah–rahimahullah-berkata: <em>“Sikap yang benar ialah memberikan pujian terhadap setiap kaum yang dipuji Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana tersebut didalam Al-Qur’an dan Sunnah, dan mencela setiap kaum yang dicela oleh Allahdan Rasul-Nya, sebagaimana tersebut didalam al-Qur’an dan Sunnah.”</em>(Majmu Al Fatawa 11/16).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Kemudian ana akan sebutkan bahwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah–rahimahullah- juga menyebutkan bolehnya mengambil kebenaran dari siapa saja, beliau –rahimahullah- berkata: <em>“Allah menyebutkan bahwa orang yahudi itu semula telah mengetahui kebenaran sebelum nabi muhammad </em></span><em><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/primas/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="19" width="20" /><!--[endif]--><span> </span></span></em><em><span style="color:black;font-weight:normal;">di utus menjadi rasul. Akan tetapi tatkala kebenaran itu datang kepada mereka dibawa oleh golongan non yahudi, mereka menolaknya dan tidakmau mengikutinya. Keadaan semacam ini banyak sekali menimpa orang-orang yang mengaku golongan ahli ilmu atau ahli agama atau pemimpin tertinggi suatu golongan . Mereka tidakmau menerima hukum agama atau riwayat, kecualiyang dibawa oleh golongan mereka sendiri.”</span></em><span style="color:black;font-weight:normal;">(Iqtidhaus shiratil mustaqim hal 8).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>b.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Imam Ahmad pernah mengambil periwayatan hadits<span>  </span>dari orang-orang basrah yang berfaham qodoriyah. Disebutkan bahwasanya : <em>“Ishak bertanya kepada Abu Abdillah (Imam ahmad): “Siapakah yang mengatakan behwa al qur’an itu makhluk?” beliau menjawab:”Aku menghubungkan perkara ini dengans segala bencana.”Kemudian Ishak berkata lagi: “Apakah kita harus memperlihatkan permusushan terhadap mereka atau membujuk mereka?”Beliau menjawab:”Penduduk Khurasan tidak mampu menghadapi mereka”. Jawaban ini berkenaan dengan pendapat beliautentang Qadariyah. Beliau meneruskan:”Sekiranya kita menolak periwayatan hadits dari Qodoriyah , niscaya kita telah meninggalkan riwayat yang banyak dari ahlul Basrah.”(</em>Majmu Al-Fatawa Juz 28 : 211).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.75in;text-indent:0;"><em><span style="font-weight:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:-14.25pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>3.<span>    </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Pendapat itu juga tidak masuk akal, karena para sahabat ketika terjadi fitnah nabi palsu , mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh Musailamah al Kadzab</span><span style="color:black;">.</span><em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Pelurusan:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>a.<span>      </span></span></span></em><!--[endif]--><span style="color:black;font-weight:normal;">Ya akhi , antum ini bagaimana , Sudah jelas-jelas musailamah al kadzab menyampaikan ayat-ayat alqur’an palsu , dimana yang dibacakan bukan ayat-ayat alqur’an? Melainkan kebohongan ayat yang dibuatnya sendiri untuk menandingi indahnya bahasa al-qur’an? </span><em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>b.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Yang disampaikan musailamah al kadzab bukan berasal dari nash alqur’an dan as sunnah, jadi sudah sangat jelaslagi kepalsuannya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>c.<span>       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Untuk lebih jelasnya baca lagi she antumkitab rihiqul maqtum atau siroh nabawiyah oleh syaikh Al Mubarakfuri, disitu lebih jelas, sejelas matahari di siang bolong.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:-14.25pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-weight:normal;"><span>4.<span>    </span></span></span></em><!--[endif]-->Hikmah kita menolak perkataan bathil diatas bahwa “Salafy adalah manhaj yang bersih, bukan manhaj yang seenaknya diambil dari ‘tong-tong’ sampah, karena manhaj salaf cara memahami Islam yang dibawa oleh para generasi awal yang masih bersih, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam malik –rahimahullah ” Tidak akan menjadi baik generasi umat yang terakhir ini kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi pertamanya.”<em><span style="font-weight:normal;"></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:0.5in;text-indent:0;"><em><span style="font-weight:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:81pt;"><span style="color:black;font-weight:normal;">Pelurusan:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;font-weight:normal;"><span>a.<span>       </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:black;font-weight:normal;">Ana merasa sangat terpukul ketika antum menyebutkan bahwasanya manhaj salaf adalah manhaj yang bersih bukan manhaj yang diambil dari tong-tong sampah . Karena yang mengatakan seperti itu adalah antum sendiri, bukan siapa-siapa.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;font-weight:normal;"><span>b.<span>      </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:black;font-weight:normal;">Jika antum sering mengatakan comot sana-comot sini adalah pekerjaannya kaum hizbiyyun, berarti antum telah menolak hadits dari Rasulullah yang ana sebutkan sebelumnya. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;font-weight:normal;"><span>c.<span>       </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:black;font-weight:normal;">Sebagai contoh, ketika ada orang PKS katakanlah seperti itu mengatakan : “Ya Akhi janganlah engkau mencaci sesama muslim, karena rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="a" dir="rtl" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span dir="rtl"></span><span style="font-size:12pt;"><span dir="rtl"></span><span> </span>(( لاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَسَّسُوْا وَلاَ تَنَافَسُوْا وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَنَاجَشُوْا وَلاَ تَهَاجَرُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا كَمَا أَمْرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ، اَلتَّقْوَى هَاهُنَا التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَـكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ))</span><span dir="ltr" style="font-size:12pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;line-height:13pt;margin:6pt 0 6pt 1in;"><em><span>“Janganlah kamu saling menghasut, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling mencari keburukan, sa-ling menawar lebih tinggi dengan maksud agar orang lain menawar lebih tinggi, saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, jangan jual beli yang satu mengganggu jual beli yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan tidak boleh menghinanya. Takwa ada disini, takwa ada disini, kata Rasulullah sambil menunjuk dadanya. Cukup merupakan kejelekan seseorang apabila menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan hartamu, tetapi Ia melihat hati dan perbuatanmu.”</span></em><strong><span> (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:13pt;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p><span><span>            </span>Jika antum menolak hadits tersebut diatas padahal orang hizbiyyun yang mengatakan, maka diragukanlah syahadat antum……</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alghuroba.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alghuroba.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alghuroba.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alghuroba.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alghuroba.wordpress.com&amp;blog=512708&amp;post=3&amp;subd=alghuroba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alghuroba.wordpress.com/2006/11/28/meluruskan-pemahaman-orang-yang-ghuluw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7aa91523823ebdb7f45c3785792986?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alghuroba</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
